Sunday, 1 June 2014

0 jangan terlena sama dunia



Dunia memang menyenangkan dan seringkali melenakan. Ibarat orang menyelam dilautan yang dalam untuk mencari mutiara,dengan dilengkapi oksigen serta alat menyelam lengkap lainnya.Mulailah ia menyelam,bagi orang yang sadar bahwa tujuannya adalah mencari kerang mutiara,ia akan memperhitungkan betul berapa lama ia harus menyelam dan apa saja yang akan dilakukan karena tabung oksigennya terbatas waktunya.Ia akan dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan menunaikan tugasnya sebaik mungkin dan akan kembali ke permukaan sebelum oksigennya habis.Dengan apa yang sudah dilakukannya ia akan sangat berharap bahwa mutiara yang ia dapatkan akan berguna untuk kehidupannya.Namun,adakalanya orang yang berniat sama untuk mencari kerang mutiara didasar lautan,karena ketidaksadarannya lupa dan terlena akan keindahan pemandangan bawah laut yang begitu indah dan menakjubkan,Karena senangnya akan hiburan didepan matanya itu sampai-sampai lupa bahwa alat penunjuk oksigennya sudah hampir habis,Akhirnya tanpa mendapatkan apa-apa naiklah ia ke permukaan,Dengan penuh sesal ia meratapi kebodohannya karena tidak ada yang ia dapatkan untuk memenuhi kehidupannya,Yaitu mutiara.

Begitu pula gambaran kehidupan manusia yang dibatasi waktu  yaitu umur.Umur ibarat oksigen para penyelam yang amat terbatas isinya,Sehingga apabila oksigen telah habis,mau tak mau ia harus segera naik ke permukaan.Umur yang diberikan Tuhan adalah kesempatan dan waktu tayang,yang tayangannya adalah kebebasan kita akan diisi dengan akting yang bagus atau tidak.Jika bagus maka sutradara senang dan jika buruk maka sutradara bisa jadi akan marah.Godaan dan isi dunia yang sangat menyenangkan dan melenakan ibarat keindahan pemandangan bawah laut yang begitu menyenangkan,Dan amal perbuatan manusia ibarat mutiara yang akan ditukarkan dengan sesuatu yang kita butuhkan untuk kehidupan selanjutnya,Bahkan mutiara bisa kita tukarkan dengan kesenangan yang kita inginkan.Surga atau neraka adalah ibarat akhir dari nilai pertukaran mutiara yang digunakan untuk kebutuhan,keperluan dan kesenangan hidup.Amal yang baik ibarat mutiara yang banyak,dan amal yang buruk ibarat tak memiliki mutiara sama sekali dan bahkan harus membayar sewa oksigen dan perlengkapan selam yang dia pakai.

Sayangnya jika orang yang menyelam tak mendapatkan apa-apa,ia bisa dengan sesuka hati kembali menyelam dengan tinggal mengisi oksigennya,Sedangkan umur jika sudah habis masa tayangnya maka tak akan pernah bisa diulang kembali.Sebelum masa tayang habis,maka belajarlah untuk fokus dan sadar akan mutiara yang ia cari,yaitu amal baik.



Semarang, 1 juni 2014
Mahindra Suryaning Praja


Thursday, 8 May 2014

0 Pengertian Mitos & Fakta Orang Introvert

Pengertian Mitos & Fakta Orang Introvert

Manusia memang diciptakan tuhan berbeda-beda, mulai dari bentuk fisiknya, bahkan sampai kepribadiannya, itulah yang menjadikan kita manusia sebagai makhuk yang sempurna. Berbicara mengenai kepribadian, kita sebagai manusia pasti memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Apakah sobat termasuk orang yang suka menyendiri? Atau tidak suka pergi-pergi ke tempat umum? Berarti sobat adalah orang bersifat Introvert! Apa sih sebenarnya Introvert? Apa saja ciri-ciri-nya?



Mari kita bahas disini.
Pengertian Introvert
Sifat Introvert adalah orang yang berorientasi pada diri sendiri, dalam arti dia itu penyendiri, kurang peduli dengan dunia luar. Tapi apakah dengan begitu lantas orang-orang bersifat introvert ini memiliki sifat pendiam dan Individual? Tidak benar, banyak pandangan yang salah mengenai sifat introvert ini, seringkali masyarakat malah mengucilkan dan menjauhkan orang-orang Introvert karena sifat Individualisnya, tetapi sebenarnya orang-orang Introvert mempunyai banyak sekali sifat yang positif. Karena kesendiriannya orang-orang bersifat Introvert mengetahui betul apa arti dari Kesetiaan dan Persahabatan.


Ciri-ciri orang Introvert
Mitos : Pemalu & Jarang Bicara
Fakta : Berbicara dan Berinteraksi Seperlunya
Orang-orang Introvert dikatakan sebagai pemalu dan tidak suka bersosiaisasi, sebenarnya ini tidak benar. Sebenarnya orang introvert bukan tidak suka bersosialisasi, tapi mereka tidak suka basa-basi dan hanya berbicara sesuatu yang ingin mereka katakan dan menurut mereka penting. Tapi, jika orang Introvert sudah bertemu dan membicarakan topik kesukaanya, mereka akan berbicara terus tanpa henti.

Selain itu Introvert bukannya pemalu, mereka tidak takut untuk berinteraksi kepada orang lain, tetap mereka hanya berinteraksi kepada orang lain jika mereka punya alasan dan penting bagi mereka. Maka dari itu jika sobat ingin mengajak bicara seorang Introvert, biasanya sobat terlebih dahulu-lah yag membuka percakapan dan biasanya orang Introvert ini juga membalas percakapan seperlunya saja. Tapi perlu diingat juga! Orang-orang Introvert tidak suka orang pencari sensasi dan perhatian.



Mitos : Tidak Menyukai Hubungan dan Selalu Ingin Sendirian
Fakta : Memegang Teguh Persahabatan dan Tulus

Orang Introvert bukan tidak ingin memiliki hubungan, tetapi mereka sangat menghargai jika mereka memiliki hubungan khusus dengan sedikit orang. Menurut mereka, semakin sedikit teman maka semakin sedikit masalah yang dirimbulkan, mereka lebih suka fokus dan memperhatikan teman-teman yang memang mengerti mereka. Jika sobat beruntung memiliki dianggap sahabat oleh orang Introvert, sobat akan memiliki sahabat yang sangat setia dan akan diterima keberadaanya oleh mereka.

Karena itulah, orang introvert lebih suka sendirian dan tidak banyak jalinan, karena prang Introvert sangat nyaman dengan fikiran mereka sendiri, dan memiliki banyak pencapaian, tetapi mereka juga membutuhkan orang untuk berbagi mengenai apa yang mereka telah capai. Mereka hanya membutuhkan Satu Orang untuk berbagi hal tersebut. Karena itulah orang Introvert sangat setia dan tulus kepada orang yang mereka anggap sahabat.


Mitos : Tidak Suka Tempat Umum dan Aneh
Fakta : Tidak Suka Terlibat Kegiatan Publik dan Unik
Orang-orang Introvert bukan tidak suka pergi ke tempat umum, tetapi mereka tidak suka berada di tempat Publik  untuk waktu yang lama karena mereka tidak ingin terlibat dalam berbagai kegiatan publik yng ramai dan penuh kesibukan karena cara kerja Otak mereka berbeda dengan orang Ekstrovert. Orang Introvert mempunyai saraf yang sangat sensitif terhadap Neuotransmitter, atau lebi dikenal dengan Dopamine, mereka tidak menyukai adrenalin dan pencari sensai, jika mereka terlalu banyak pembicaraan dan kebisingan, justru mereka akan melemah dan tenaga mereka justru akan cepat terkuras.
Introvert merupakan orang Individualis, mereka tidak suka mengikuti apa yang sedang populer atau yang masyarakat sebut trend. Cara hidup mereka yang tertutup dan tidak mengikuti trend ini-lah yang menjadikan mereka mempunyai pendirian yang kuat dan tak mudah terpengaruh, selain itu mereka-pun mempunyai dan membuat Trend sendiri untuk diri mereka, mereka lebih suka hidup dari sesuatu yang mereka anggap keren, oleh karena itu Introvert sering disebut aneh oleh masyarakat karena kepribadiannya yang tidak seperti masyarkat umum.
------------------------------------------------------------------------------

Jadi sobat yang merasa mepunyai ciri-ciri sebagai orang introvert, tidak usah berkecil hati. Jika tidak ada mereka, tidak akan ada itu Seniman, Surtadara, Ilmuwan dan Jenius-jenius lain di dunia, jangan mau dipaksa untuk berubah. Untuk sobat yang mempunyai teman introvert, hargailah dia dan berilah dia kesempatan untuk bicara karena jika sobat sudah mengenal dekat teman Introvert, sobat pasti akan menemukan sesorang yang sangat setia, enak diajak ngobrol dan memang menyenangkan untuk bertukar fikiran.

Tuesday, 18 March 2014

0 AKAN KUCARI NAMAMU DALAM SAJADAH SEPERTIGA MALAMKU

AKAN KUCARI NAMAMU DALAM SAJADAH SEPERTIGA MALAMKU
 
Cinta dalam diamku,
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu..
KURASA TIDAK,
Kerana cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat..

Ianya hanya bisa dirasa dalam hati,
Bukan aku tak berani mengurai..
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya,
Kerana apa yang menurutku baik,
Belum tentu baik menurutNya..

Aku ingin yang terbaik untuk Robbku

Sebenarnya..
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu..
Diamku bukan berarti tak mengingatmu..
Kerana aku pun insan biasa..

Ada perasaan..
Ada keinginan..
Ada harapan..
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu..
Biar rasa ini tercipta,
Kusimpan disudut hati,
Hanya ALLAH saja yang tahu..

Kuterbangkan sayap angan keangkasa,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta..
Akan kucari namamu disepertiga malamku..
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku..

Jikapun bukan..
Tak mengapa aku percaya takdirNya adalah yang Terbaik untukku.

Monday, 17 March 2014

0 Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal - Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.

ikan lele

Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan iklan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar.

Dalam budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dijalani dengan dua tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi. Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula.

Budidaya Iklan Lele Untuk Pembibitan


Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi


Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Dalam persiapan kolam terpal dibutuhkan material berupa terpal dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi terpal. Cara menggali tanah yang kemudian diberi terpal adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi terpal lebih tahan lama.

Pemeliharaan Ikan Lele

Kolam terpal yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpon atau pelindu untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

1 Cara Memulai Ternak Ikan Lele

Cara memulai ternak ikan lele adalah garis-garis besar cara memulai beternak ikan terutama ikan lele, saat ini yang paling populer adalah ternak lele sangkuriang. Kelebihan dari sangkuriang ini adalah ketahanannya terhadap berbagai macam penyakit serta kecepatan pertumbuhannya yang mengagumkan. Pertumbuhan lelel sangkuriang ini cepat, dalam 3 bulan seorang peternak sudah dapat melakukan panen ikan lelel ukuran yang baik untuk dijual di pasar. Bibit lele sangkuriang mudah didapatkan, hampir semua balai benih ikan milik pemerintah daerah menjual bibit ikan lele sangkuriang ini. Harga bibit ikan lele sangkuriang juga termasuk murah mulai dari Rp 50 / ekor.

Cara memulai budidaya ternak ikan lele ini hampir sama dengan ternak lele jumbo, yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Lahan yang akan dijadikan kolam untuk ternak lele sangkuriang, 1 m bujursangkar idealnya bisa menampung 200 bibit ikan lele. Wadah, wadah disini dalam artian anda ingin memlihara lele di tempat yang bukan kolam, seperti drum, tong, bak dan sebagainya, aturan ukuran idealnya tetap sama dengan memelihara lele di kolam.
  • Air yang mengandung plankton untuk pakan ikan lele terutama untuk benih yang baru masuk kolam. Cara mendapatkan air yang mengandung plankton ini dibutuhkan pemupukan kolam dan pemberian kompos kotoran ruminansia yang direndam selama seminggu hingga warna air berubah menjadi kehijauan.
  • Atap, ternak lele sangat membutuhkan atap yang melindungi kolam lele dari masuknya air hujan. Air hujan memiliki kandungan asam yang tidak baik untuk kesehatan ternak lele, biasanya di kolam terbuka tingkat kematian ikan lele lebih tinggi daripada kolam yang tertutup atap.
  • bibit lele sangkuriang yang sehat, setiap membeli bibit ikan lele perhatikan kondisi bibit ikan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah gerakan bibit, sebaiknya gerakan bibit ikan terlihat lincah dan normal, badan yang sempurna; perhatikan seluruh badan bibit ikan lele apaka terdapat lecet-lecet atau tidak, biasanya bibit ikan lele yang dikirim dari jarak jauh sering kita temukan lecet pada sekujur tubuh bibit lele seperti ini kualitasnya tidak baik.
  • Pakan, pakan harus disiapkan sedini mungkin baik dalam betuk pelet ataupun konsentrat yang dibuat sendiri.

Gambaran singkat memualai ternak lele; persiapkan tempat untuk beternak (kolam atau tong atau drum), sterilisasi kolam ikan tersebut dengan disinfektan setelah itu biarkan bakalan kolam ikan lele selam 3 hari dalam keadaan kering, lakukan pemupukan dan peng-komposan dengan kotoran sapi biarkan kering selama 3 hari, selanjutnya isi air dan biarkan selama seminggu hingga air berubah warna hijau kehitaman yang menandakan sudah terdapat banyak jasad renik untuk pakan bibit ikan lele. Setelah seminggu masukkan bibit ikan lele kedalam kolam dan secara rutin awasi pertumbuhan ikan lele tersebut serta kontrol pemberian pakan.

Tulisan ini sengaja kami buat secara singkat agar pembaca dapat memahami konsep dasar ternak lele dan tidak bosan dalam membacanya. Jika belum jelas silahkan berikan komentar dan jika ada tambahan informasi sialhkan hubungi saya melalui profil.

0 Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal hampir sama saja dengan membudidayakan lele di kolam tanah, perbedan hanya terletak pada media dan teknik pemupukan kolam lele. Kolam lele yang paling baik adalah kolam yang sesuai antara lebar kolam dengan populasi bibit lele yang ditebar. Standart kapasitas kolam lele adalah 100 ekor / m3 (1 meter panjang x 1 m lebar x 1 m tinggi air). Semua jenis lele (sangkurinag, dubo dan lainnya) dapat dipelihara di kolam terpal.

Kelebihan memelihara ikan lele di kolam terpal antara lain:


  • Terpal mudah didapatkan, dan harganya cukup murah
  • Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari.
  • Kontrol air mudah diatur baik dari segi kualitas maupun kuantitas air
  • Meminimalisir hama yang sering terdapat di permukaan tanah seperti berang-berang dan sejenis bakteri.
  • Praktis dalam pemanenan lele.


Cara membuat kolam terpal budidaya lele.
kolam terpal ikan lele
Sebelumnya kita harus membuat perencanaan terutama mengenai jumlah bibit lele yang akan kita tebar, hal ini untuk menyesuaikan luas kolam yang akan kita buat. Jangan membuat kolam ikan lele terlalu besar ataupun terlalu kecil. Setelah kita memastikan jumlah ikan lele yang akan kita pelihara kita sudah bisa membuat kolam terpal dengan perosedur berikut.

Pertama gali tanah setinggi 1,5 m dengan luas 1 m untuk 100 ekor lele. Setelah tanah tersebut digali tekan-tekan permukaan galian hingga rata, jauhkan kerikil, bebatuan dan benda keras lainnya dari permukaan galian kolam tanah. Semprot galian tanah tersebut dengan disinfektan sebagai tindakan sanitasi. Setalah disanitasi biarkan galian kolam tersebut selama tiga hari.

Pasang terpal seluaas galian yang kita buat, lebihkan terpal selebar 50 cm di setiap sisi galian. Untuk menahan terpal yang akan diisi air menjadi kolam bisa menimbunnya dengan tanah atau dipancang dengan kayu. Terpal yang digunakan adalah terpal yang dapat bertahan selama tiga bulan dalam rendaman air contohnya; terpal tenda atau terpal plastik kaca tebal.

Untuk membuat air awal kolam terpal ini ada dua cara yakni:

  1. Air awal yang mengandung banyak plankton didapatkan dari kolam khusus untuk pembuatan air plankton, caranya selain membuat galian untuk kolam terpal kita juga membuat satu kolam tanah khusus untuk membuat air yang mengandung banyak plankton dengan cara pemupukan. Adapun langkah-langkahnya: buat galian kolam dari tanah seluas yang diperlukan, isi kolam tersebut dengan kompos sapid an biarkan selama 3 hari. Selanjutnya isi kolam tersebut dengan air bersih (jangan air PDAM) dan biarkan kurang lebih selama seminggu hingga air berubah menjadi kehijauan (artinya duah banyak plankton untuk pakan ikan lele nantinya). Air inilah yang dikuras dan dipindahkan ke kolam terpal.
  2. Cara kedua, membuat air plankton langsung di kolam terpal ikan lele. Caranya setelah terpal dipasang isi dengan kompos sapi (feces sapi), biarkan selama 3 hari, selanjutnya isi air bersih. Biarkan kolam terpal selama seminggu baru dimasukkan bibit lele.

Dari kedua cara pemupukan kolam terpal diatas maka untuk ikan lele cara yang paling baik adalah cara pertama yakni melakukan pemupukan air di kolam terpisah. Hal ini mungkin karena plankton hanya baik untuk konsumsi bibit ikan lele, sedangkan untuk lele yang sudah besar lebih baik menggunakan pakan pelet. Memberi atap pada kolam ikan lele sangat dianjurkan, hal ini untuk menghindari kontaminasi air hujan yang tidak baik untuk pertumbuhan ikan lele karena air hujan mengandung asam.

0 TEKNIK TERNAK IKAN LELE MULAI DARI PENDEDERAN SAMPAI PEMBESARAN

Budidaya Lele merupakan salah satu budidaya agribisnis yang perlu mendapat perhatian serius. Selain karena permintaan pasar untuk ikan lele sangat tinggi, baik konsumsi nasional maupun ekspor, budidaya lele juga bisa dilakukan di lahan sempit.

Pendederan - Budidaya Lele

Budidaya lele tahap ini merupakan teknik budidaya lele untuk membesarkan bibit ikan lele berukuran 1-3 cm menjadi bibit ikan lele berukuran 3-5 cm dengan waktu budidaya selama 2-3 minggu.

Penebaran Bibit - Budidaya Lele Pendederan

Penebaran bibit ikan lele pada fase ini sangat rentan terhadap kematian, terutama diakibatkan stress maupun luka saat penangkapan atau pengangkutan. Padat penebaran antara 500-750 ekor/m2.  Sehingga untuk kolam budidaya lele seluas 10 m2 bisa ditebar bibit sebanyak 5.000-7.000 ekor. Penebaran bibit ikan lele harus dilakukan dengan sangat hati-hati, berikut cara penebaran bibit ikan lele untuk mengurangi resiko stres dan luka :

    Pemindahan dilakukan pada pagi hari atau sore hari pada saat suhu air belum terlalu tinggi.
    Pengambilan bibit ikan lele menggunakan jaring berukuran rapat serta lembut.
    Bibit ditempatkan menggunakan wadah yang sudah diisi air dari kolam penebaran larva.
    Setelah wadah cukup penuh, bibit segera dipindah ke kolam penebaran dengan hati-hati. Wadah dimasukkan dalam kolam pendederan sampai air kolam masuk ke dalam wadah. Dengan cara demikian bibit akan berenang keluar dari wadah dengan sendirinya.

Pengaturan Air - Budidaya Lele Pendederan

Kualitas air kolam pendederan perlu dijaga, cara paling efektif adalah penggunaan air mengalir sistem paralon secara kontinyu dengan debit air tidak terlalu besar.

Pada budidaya lele pendederan, kualitas air tidak terlalu cepat menurun. Hal ini dikarenakan ukuran ikan masih sangat kecil, sehingga kotoran yang ditimbulkan belum begitu banyak. Pakan tambahan diberikan dalam jumlah sedikit, berbentuk tepung untuk menopang pertumbuhannya, sehingga tidak menimbulkan endapan sisa pakan yang bisa menurunkan kualitas air.

Pemberian Pakan Tambahan - Budidaya Lele Pendederan

Bibit ikan lele berukuran 1-3 cm belum dapat makan pelet dalam bentuk butiran. Pada minggu pertama tidak perlu diberikan pakan tambahan. Bibit ikan lele akan memakan pakan alami yang tersedia di kolam, seperti plankton, kutu air (Daphnia sp.) atau cacing sutra (Tubifex sp.) Untuk itu, diusahakan agar kolam mengandung banyak pakan alami, misalnya dengan pemberian pupuk kandang fermentasi. Pada minggu kedua sampai ketiga perlu diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung. Pakan diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pagi, menjelang sore serta malam hari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit, sampai tidak ada lagi bibit ikan lele yang mengejar pakan.

Pengendalian Hama dan Penyakit - Budidaya Lele Pendederan

Hama pada budidaya lele pendederan meliputi, ular, burung, kadal, serta katak. Sehingga harus dicegah hama tersebut masuk ke dalam kolam. Pencegahan dapat dilakukan menggunakan anyaman bambu untuk menutup permukaan kolam. Selain itu juga harus dilakukan sanitasi di areal kolam, agar kedatangnya dapat ditekan. Bila hama telah terlanjur masuk, harus segera dikeluarkan dari kolam.

Pencegahan penyakit bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan air serta pengaturan pH air. Usahakan agar pH air berkisar 6,5-6,8. Apabila pH air terlalu rendah, bisa ditambahkan kapur pertanian secukupnya. Pengukuran pH air bisa menggunakan kertas lakmus atau pH tester.

Apabila bibit ikan lele menunjukan tanda-tanda terserang penyakit terutama jamur, bisa diberikan Malachite Green Oxalite 1-5 ml atau Methylene Blue 10 ml per 1 meter kubik air.

Seleksi Bibit Ikan Lele

Setelah berumur 18 hari bibit diseleksi untuk menggunakan ayakan bibit ukuran 3-5 cm. Bibit-bibit yang telah mencapai ukuran 3-5 cm dapat dipanen untuk dibesarkan pada Pendederan tahap kedua, atau  bahkan dapat langsung dijual. Bibit ikan lele tersebut merupakan bibit berkualitas tinggi karena memiliki keceptatan pertumbuhan yang baik.

Seleksi kedua dilakukan saat bibit telah dipelihara selama 21 hari. Kualitas bibit ini sedikit di bawah bibit hasil seleksi pertama. Bibit yang tidak lolos seleksi pertama dan kedua merupakan bibit sisa. Bibit ini dapat terus dibesarkan hingga mencapai 3-5 cm. Akan tetapi kualitas bibit sisa ini tidak begitu baik.

Pada Pendederan tahap kedua tidak beda jauh dengan pendederan tahap pertama, hanya kepadatan penebaran harus dikurangi menjadi 250-300 ekor/m2

Pembesaran - Budidaya Lele

Budidaya Lele Pembesaran Dalam Kolam Terpal

Pada dasarnya metode budidaya lele sistem kolam terpal merupakan solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan sempit, modal kecil serta solusi untuk daerah minim air. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.

Budidaya lele tergolong mudah. Selain tidak memerlukan air dalam jumlah banyak, ikan lele juga relatif tahan terhadap penyakit. Pengaturan suhu air dan pemberian pakan cukup merupakan kunci keberhasilan budidaya lele. Selain lebih mudah dipelihara, ikan lele juga cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air “buruk” ikan lele mampu bertahan hidup dan berkembang baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dalam kolam terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budidaya lele dumbo sistem kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha besar. Analisis budidaya Lele dapat dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan. Budidaya lele pembesaran merupakan upaya memelihara ikan Lele sampai ukuran layak konsumsi. Biasanya dari berat 1 ons sampai 1 kg per ekor.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal – Budidaya Lele Pembesaran

Persiapan untuk budidaya lele dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam, persiapan material terpal, serta persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan maupun kapasitas budidaya lele. Untuk budidaya lele pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Model pembuatan kolam dapat dilakukan dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau membuat rangka dari kayu kemudian diberi terpal. Cara pertama membuat terpal tahan lebih lama.

Penebaran Bibit Ikan Lele – Budidaya Lele Pembesaran

Pengisian air dilakukan secara bertahap. Saat penebaran pengisian air hanya setinggi 40 cm agar bibit ikan lele tidak terlalu sulit mengambil oksigen.  Penebaran bibit pada budidaya lele dalam kolam terpal yaitu bibit ikan lele berukuran 5-7 cm dengan kepadatan 40 ekor/m2. Waktu pemeliharaan antara 2-4 bulan, tergantung pada ukuran panen yang dikehendaki.

Pemeliharaan Ikan Lele – Budidaya Lele Pembesaran

Pada umur tujuh hari ketinggian air ditambah menjadi 50 cm. Ada baiknya disediakan rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan dilakukan sehari tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Pakan diberikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi lele yang mengejar pakan. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dll, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein tinggi sehingga pertumbuhan ikan lele lebih cepat.

Penggantian air dilakukan seminggu sekali, kurang lebih 10-30% dari volume air kolam, agar kolam tidak terlalu kotor serta untuk mengurangi serangan penyakit. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dalam kondisi kotor. Pada usia satu bulan dilakukan seleksi ikan lele. Biasanya ikan lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu, pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Pada usia dua bulan lele telah siap untuk konsumsi atau jika menghendaki ukuran lebih besar, budidaya lele bisa dilakukan selama 3-4 bulan.