Friday, 21 February 2014

0 MAAFKAN

MAAFKAN



Aku tahu,,
Aku kalah,,
Aku menyerah,,
Aku lelah,,
dan aku yang salah,,

Ku tahu hatimu untukku,,
Ku yakin cintamu hanya buatku,,
Tapi aku tak mampu menahan pedih itu,,

Maafkan aku yang pergi,,
Maafkan aku yang menyakiti,,
dan maafkan aku yang mengecewakan,,

Ku pergi bukan karna tak mencinta lagi,,
Tapi ku pergi hanya ingin kau mengerti,,
Betapa pedih luka di hati,,,

Maafkan semua egoku,,
Maafkan semua tingkahku,,
dan maafkan semua khilafku,,

Ku ingin kau tahui,,
Meski kini aku telah pergi,,
Tapi kau tetap di hati,,,

Wednesday, 12 February 2014

0 Azab Istri Durhaka Pada Suami

Tujuan suatu pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (ketenangan), kasih sayang, dan cinta. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada didepan mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman : “Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum :21)
 
Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci-maki suami, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, berwajah cemberut depan suami, menolak ajakan suami untuk jimak, membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan, dan pemberian suami, tidak mau mengurusi rumah tangga suami, selingkuh, berpacaran di belakang suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.
 
Allah -Subhanahu wa Ta’la- telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan Rasul-Nya ketika Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa'iy dalam Al-Kubro (9135 & 9136), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2349), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2771), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (289)]
 
Tipe wanita seperti ini banyak disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya, dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah dan tidak puas dengan penghasilan suaminya.Ia selalu membanding-bandingkan suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti ini.
 
Sebagaimana sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
 

“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (29), dan Muslim dalam Shohih-nya (907)]
 
Dari hadits ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang wajib dipenuhi seorang istri sampai Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,
“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya” . [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (1159), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (1998)]
 
Ini merupakan ancaman yang amat keras bagi para wanita durhaka, karena kedurhakaannya menjadi sebab tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya sekedar melaksanakan kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tak akan mendapatkannya, selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzalik. Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi”. [HR. Al-Bukhoriy Kitab Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya”.[HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]
 
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”.
[HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 212)]
 
Demikianlah bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.

0 begitu sakitnya kisah cintaku


Cinta knapa kau tinggalkan aku, takkan ada cinta seperti dirimu lg, saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh, aku begitu ingin kau memelukmu untuk yang terakir kalinya, aku begitu menyanyangimu walaupun aku tau kau tak pernah peduli, aku masih merindukanmu walaupun aku tau kau terus menjauhi aku, aku takan sanggup menghapus segala bayangmu, tapi kni kurelakan kau pergi dariku, kegembiraan yang dulu kurasakan saat memilkimu telah berubah menjadi kesedihanku karna kehilangnamu, mengapa diriku takan pernah bisa melupakanmu, dan mengapa dirimu yang slalu ada di pikiranku, mungkin salahku juga mencintaimu dengan sepenuh hatiku, kuratapi kisahku dengan air mata, kurenungi kisah kita dengan tangisan sendu, hati ini terlalu sakit karna cintamu, serpihan demi serpihan luka kurasa, kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat, semakin kukenang semakin hancur hati ini, tapi mengapa sampe sekarang aku masih bisa mencintaimu. Bilur bilur luka meleleh, harapan cinta mengental. Mencoba mebudaki tangis dan menghapus air mata di pipi, mengapa luka ini membuatku makin cinta, kapankah air mata ini menjadi air mata yang bening dan tak keruh, kapankah derai tangisku terhenti, menjadi setetes dan terakir, seharus aku tak perlu aku tangisi, harusnya aku kuat, harusnya tak perlu pertaruhkan air mata ini hanya demi satu kenangan dan masa yang telah pergi, tapi mengapa, mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupankanya, mengapa terus jatuh dan menumpah air mata yang perihkan hati ini, hatiku sekarang menjadi persa, Air mata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang mengabaikanku, mataku yang menjadi saksi bagaimana air mataku jatuh untuknya, air mataku trus jatuh terlalu banyak jatuh dan menderai teerlalu lama menetes dan terus menumpah, aku sendiri bersama keluh kesahku, yang tenggelam oleh suara tangisku bersama serpihan hati yang akan kubawa sampai aku mati



Saturday, 8 February 2014

0 puisi terkirku untukmu

kamu Yang selalu ku rindu.
Selalu ku sayang.
Kenapa tak juga mengerti aku.
Sedikit saja tak meminta banyak.

Buang rasa tak percaya di hatimu.

Lihat aku..
Mataku tak menyimpan dusta.
Jujur hanya kamu yg kumau.

Kamu...

Selalu merendahkan ketulusanku.
Selalu merasa dirimu benar.
Padahal ku tahu kamu bersalah.

Ini namanya sayang..?

Selalu saja mencari kesalahanku.
Kamu egois..
Ingin di mengerti tapi tak mau mengerti.

Monday, 3 February 2014

0 Dosa Yang Lebih Hebat Daripada Berzina

"Dosa Yang Lebih Hebat Daripada Berzina"



PADA suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam.

Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk.”
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut.

“Saya takut mengatakannya,”jawab wanita cantik.
“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”.
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…. lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya….. cekik lehernya sampai….. tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya.

Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa as. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya.

Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya,Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”
Nabi Musa terperanjat. 

“Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”
Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
“Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.

“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.
“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguhberarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Subhanallah...

Semoga Ar-Rahman berkenan membukakan pintu hati kita sekeluarga untuk senantiasa selalu berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, Aamiin. Yaa Robbal 'alamiin.

Friday, 24 January 2014

15 Download Lagu Iwan Fals Full Album

Artis : Iwan Fals
Album : Semua Album
Kualitas : 128 kbps
Format : MP3 yang sudah di archive menjadi RAR

Langsung saja free download kumpulan lagu Iwan Fals yang sudah dijadikan format RAR di bawah ini :
  1. Canda Dalam Nada (1979) : Download Album
  2. Canda dalam Ronda (1979) : Download Album
  3. Perjalanan (1980) : Download Album
  4. 3 Bulan (1981) : Download Album
  5. Sarjana Muda (1981) : Download Album
  6. Opini (1982) : Download Album
  7. Sumbang (1983) : Download Album
  8. Barang Antik (1984) : Download Album
  9. Sugali (1984) : Download Album
  10. KPJ (1985) : Download Album
  11. Sore Tugu Pancoran (1985) : Download Album
  12. Aku Sayang Kamu (1986) : Download Album
  13. Ethopia (1986)  : Download Album
  14. Lancar (1987) : Download Album
  15. Wakil Rakyat (1987)  : Download Album
  16. 1910 (1988) : Download Album
  17. Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu (1988)  : Download Album
  18. Mata Dewa (1989)  : Download Album
  19. SWAMI (1989)  : Download Album
  20. Kantata Takwa (1990) : Download Album
  21. Cikal (1991)  : Download Album 
  22. SWAMI II (1991)  : Download Album
  23. Belum Ada Judul (1992) : Download Album
  24. Hijau (1992)  : Download Album
  25. Dalbo (1993) : Download Album
  26. Anak Wayang (1994) : Download Album
  27. Orang Gila (1994) : Download Album
  28. Kantata Samsara (1998) : Download Album
  29. Best of The Best (2000) : Download Album
  30. Suara Hati (2002) : Download Album
  31. In Collaboration With (2003) :  Download Album
  32. Manusia Setengah Dewa (2004) :  Download Album
  33. 50:50 (2007) : Download Album
  34. Keseimbangan (2010) : Download Album

Saturday, 18 January 2014

0 motivasi kehidupan

SEANDAINYA...
Memaafkan Penyesalan, Menerima Kenyataan


ZOOM
Ia memutuskan mengurung diri. Ketampanan, binar matanya yang khas, kecerdasannya yang membuat tercengang orang-orang sampai ke mancanegara, dan sejuta karyanya yang diakui secara nasional maupun internasional, tidak mampu menyelamatkannya dari rasa bersalah. Dulu, ia pernah begitu malu akan istrinya yang sangat sederhana dan bersahaja. Seandainya ia lebih bangga kepada istrinya yang polos. Dulu, ia pernah berkata-kata kasar kepada istrinya, bahkan sesekali memukulnya. Seandainya ia lebih mencintai istrinya. Dulu, ia pernah merasa begitu kuat kuasa, sedangkan istrinya begitu biasa saja. Seandainya ia lebih menghargai istrinya. Sekarang, saat istrinya sudah pergi duluan dipanggil Sang Empunya Kehidupan, tiba-tiba rumah begitu sepi dan kosong. Tidak ada lagi yang membuatnya jengkel, tapi juga tidak ada yang bisa menghiburnya dengan kekonyolan. Tidak ada lagi orang yang bisa membantahnya, tapi tidak ada yang menguatkannya saat sedih. Hari demi hari dijalaninya, dalam kepedihan, bergaunglah “seandainya…”


PENYESALAN
Apa yang Anda sesali dalam hidup? SEANDAINYA ada yang bisa Anda ubah di masa lalu Anda, apa yang akan Anda ubah? Sehingga semuanya berjalan berbeda dengan saat ini? Saya  bertanya kepada cukup banyak teman, apa yang disesali dalam hidup, berikut adalah tema penyesalannya:

1.       Loss
Sahabat saya sudah tua usianya, tapi ia tetap terlihat ‘nakal’. Dari riwayatnya, menurut teman-temannya, ia memang tergolong anak bandel. Berani, sulit diatur, berjiwa kepemimpinan, dan tergolong ‘manusia di luar kotak’. Sepintas melihatnya, kita akan mudah menghakimi bahwa ia opa-opa genit, ha ha ha. Tapi di balik itu, di tengah hujan, ia bercerita tentang penyesalannya. Seandainya dulu ia dan istrinya tidak terlalu banyak bertengkar. Seandainya dulu perkawinan mereka lebih harmonis. Dan kini, saat sang istri sudah pulang dipanggil Tuhan, banyak waktu di mana ia merasa begitu kesepian, dan rasanya amat nyeri. Tak pernah terbayangkan bahwa istrinya akan pergi duluan menghadap Pencipta. Kehilangan yang begitu dalam…. Penyesalan yang begitu mendalam karena rasa kehilangan yang begitu besar baru begitu disadari saat orang yang dicintai sudah pergi.

2.       Guilty feeling
Dulu, bila bertengkar, suaminya bisa menjambaknya di depan kuburan dekat rumah, lalu menyeretnya di pinggir jalan sambil mengatai-ngatainya ‘dasar pelacur sialan’. Memang ia pernah selingkuh, ketahuan, dan setelah itu tampaknya tidak ada harapan bahwa suaminya akan percaya kepadanya. Kedua anaknya saat ini sedang menjadi rebutan. Ia menitipkan kedua anaknya di Jawa Tengah, di kediaman orang tuanya. Dan suaminya saat ini masih terus menerornya, mengambil sepeda motornya, mempermalukannya di kantor, mengancam akan membunuhnya, dan mengungkapkan tekadnya akan menghancurkan hidupnya. Tidak tahu bagaimana keluar dari kengerian hidup saat ini, ia lalu menghabiskan waktu di dunia gemerlap hampir setiap malam. Berganti-ganti pasangan dan berusaha untuk tidak peduli pada apapun. Namun saat hari malam, saat ia sedang sendirian, wanita ini menyesali hidupnya, semuanya. Seandainya ia tidak selingkuh, seandainya suaminya mau memaafkannya, seandainya kondisi ekonomi mereka lebih baik, seandainya saja ia menikah dengan orang lain, seandainya anak-anaknya ada bersamanya saat ini, seandainya saja ia menjadi wanita yang lebih baik, seandainya saja…….

3.       Berlomba menuju neraka
Berapa banyak dari kita yang akhirnya menghayati hidup sebagai sebuah perlombaan? Banyak upaya atasan memotivasi bawahannya dengan kata-kata, “ayo, kita harus meningkatkan daya saing kita!” dan banyak sekali orang tua menasehati anaknya, “kamu harus sekolah yang tinggi, supaya bisa bersaing dengan orang-orang lain di jamanmu.” Salah? Tidak juga sih! Karena saat ini memang sepertinya dunia diharuskan untuk berlomba supaya bisa hidup. Kalau kalah berlomba? Tergusur, dan tinggal tunggu waktu mati. Mari duduk sedikit lebih lama dan berbincang dengan anak-anak tuna grahita di sekolah luar biasa, atau kita bicara tentang kehidupan dengan para pasien di rumah sakit jiwa, atau menikmati tawa anak-anak di panti asuhan yang sedang memberi makan ikan di kolam. Lalu kita akan mempertanyakan kembali tentang lomba kehidupan ini:
  • Apakah kemenangan adalah untuk yang paling cepat?
  • Apakah kemenangan adalah untuk yang paling kaya?
  • Apakah kemenangan adalah untuk yang jabatannya paling tinggi?
  • Apakah kemenangan adalah untuk yang paling cantik?
  • Apakah kemenangan adalah untuk yang paling pintar?
Kata siapa?

4.       Tidak adil terhadap diri sendiri dan menjalani hidup bukan sesuai pilihan sendiri
Ia meminta ulang tahunnya yang ke-17 tidak usah dirayakan. Alasannya? Ia belum kurus, masih gendut. Saat berulang tahun ke-17, teman-temannya semua memakai gaun yang cantik dan seksi, tampak sangat indah. Papa dan mamanya bisa membelikannya gaun yang mahal dan indah, tapi ia tidak bisa memakainya, karena badannya tidak seksi. Ada metode diet terbaru, ia mencobanya. Ia juga berenang dan berolah raga. Semua demi bisa pakai gaun seksi. Alih-alih merubah bentuk tubuh untuk bisa memakai gaun yang ketat, mengapa tidak ia membuat gaun yang tepat untuk ukuran tubuhnya?
Mengapa ukuran orang lain cenderung kita pakai untuk mengukur diri kita? Yang cantik itu adalah yang kurus, putih, mancung, berambut lurus panjang, dan bermata bulat berbinar. Jadi bila Anda bertubuh ‘montok’, hitam pula, kriting pula, pesek pula, dan sipit pula, sudah habislah harapan untuk menjadi cantik. Yang disebut orang sukses itu adalah yang punya pekerjaan tetap, penghasilan tetap dan besar, punya mobil bagus, rumah bagus, dan istri cantik. Jadi kalau Anda pekerjaan Anda kontrak atau usaha sendiri, penghasilan juga tidak pasti, rumah Anda banyak yang bocor, istri Anda juga sama sekali tidak cantik, maka Anda tidak bisa disebut sukses. Begitu mengerikan bila ukuran-ukuran dari luar kita ‘paksakan’ untuk kita kenakan. Begitu sulit menyadari bahwa mata Anda yang berbinar (meskipun sipit, misalnya), begitu mempesona. Walau Anda tidaklah kurus, karena tubuh Anda ‘tebal’, tapi Anda amat menggemaskan. Walau gaji anda tidak sebesar teman-teman Anda, tapi tempat kerja Anda sangat nyaman dan manusiawi, Anda dianggap ‘orang’, bukan sapi perah. Meskipun istri Anda tidak cantik dan seksi, tapi ia setia dan pekerja keras. Ukuran-ukuran orang lain telah menghabisi rasa syukur kita. Bukankah kita telah berlaku tidak adil terhadap diri kita? Waktu kita gunakan untuk memuaskan tuntutan dari luar, mengabaikan kebutuhan kita di dalam. Kita menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Kita memakan makanan yang buruk untuk kesehatan kita. Kita berteman dengan orang-orang yang sesungguhnya tidak berkenan di hati kita. Dan akhirnya, kita berpura-pura menghidupi kehidupan yang bukan milik kita. Paling parah lagi adalah kita mati tanpa mengenal dan menikmati diri kita sendiri. Tragis.

SEANDAINYA
Kata SEANDAINYA adalah kata yang menyedihkan. Tapi lebih sedih lagi bila kita juga tidak sampai pada kata SEANDAINYA. Penyesalan memang menyedihkan, tetapi masih lebih baik daripada tidak menyesali apa yang seharusnya disesali. Bertemu dengan penyesalan kita, dapat menjadi awal dari pencarian kita untuk menyelesaikan apa yang belum selesai. Rasa pernah ditolak, membuat kita sakit hati. Apa yang saat ini bisa kita lakukan? Seorang yang amat terluka karena patah hati berucap, “seandainya saya tidak pernah berjumpa dengan dia dulu.” Apakah Anda menyesali cinta yang pernah Anda berikan? Apakah mencintai orang-orang yang kemudian melukai hati Anda itu salah? TIDAK. Ada hal-hal yang bisa disesali (sehingga harus diubah dan diselesaikan), dan ada hal-hal yang cukup hanya bisa diterima. Kelalaian kita membedakan hal tersebut membuat kita seringkali jatuh lebih lama dan lebih sulit bangkit. Dari mana kita dapat memulai? Kita bisa memulainya dari membuat daftar hal-hal yang kita sesali. Kemudian kita lihat satu per satu, kita telaah. Mana hal yang bisa kita ubah, dan mana yang tidak bisa kita ubah. Misalnya: kita terlahir tidak sempurna secara fisik, itu bukan kuasa dan kendali kita. Maka itu untuk DITERIMA. Kita memperlakukan orang yang kita cintai dengan begitu kasar dan buruk. Maka itu untuk kita SESALI dan UBAH, tidak berhenti pada sesal.

 
MENJADI TEMAN KENYATAAN
ada cerita kecil tapi bukan cerita pribadi saya
Penerbangan saya dari Semarang menuju Jakarta dibatalkan dengan alasan teknis. Pesawat rusak. Sudah rindu dengan 3 kekasih kecil, saya merasa amat kecewa. Mencari penerbangan lain sudah tidak ada. Naik kereta sudah tidak ada. Jadi saya menerima kondisi ini. Ya sudah, menginap 1 malam lagi di Semarang, besok pagi terbang dengan pesawat paling pagi. Jadi? Malam itu saya memutuskan untuk mengamati. Aneka reaksi para penumpang yang kecewa. Ada yang bisa menerima, ada yang marah teriak-teriak, ada yang menggebrak meja, ada yang menangis, ada yang segera pergi naik bis malam ke Jakarta. Diputuskan akan diinapkan di hotel dan diganti penerbangan keesokan harinya. Sebagian terima. Sebagian kecil masih negosiasi lagi, ada yang minta dibelikan baju, ada yang minta penggantian uang karena gagal berbisnis akibat kondisi ini. Berteman dengan kenyataan tidak mudah. Mengapa? Di depan mata kita ada aneka pilihan yang begitu banyak, canggih, keren, dan indah. Tapi uang di dompet jauh dari cukup untuk membelinya. Apa yang bisa dilakukan oleh teman kenyataan? Ya tidak jadi membelinya. Atau menunda dulu membeli. Teman yang lain pakai cara curang ketika ujian. Nilai mereka akan bagus tentunya. Kita juga mau nilai bagus, tapi sudah belajar banyak yang lupa. Apa yang dilakukan teman kenyataan? Ya mengerjakan sebisanya. Kita harapkan yang terbaik yang terjadi, ternyata kenyataan tidak demikian. Lalu? Kalau tidak bisa diubah, berarti hanya bisa diterima. Memang seringkali teman kenyataan akan dianggap manusia aneh. Tapi biarkan saja, memang nyatanya aneh, he he he….

Selamat menjadi teman kenyataan, mari kita hadapi.

Selamat mencintai dan selamat berkarya!
Semarang, 18 Januari 2014
Mahindra Suryaning Praja
Mahasiswa UDINUS jurusan Teknik Informatika