Sunday, 11 November 2012

1 Dzikir Setelah Shalat


Dzikir setelah shalat adalah di antara Dzikir yang mesti kita amalkan. Seusai shalat tidak langsung bubar, namun hendaknya kita merutinkan beristighfar dan bacaan dzikir lainnya.

Berikut kami akan menyajikan bacaan Dzikir praktis setelah Shalat Fardlu beserta pengertiannya. Karena kami masih belum dapat menuliskan dalam teks Arab, jadi bacaan Dzikir nya ditulis dalam trans-literasi Indonesia.
Dzikir berikut ini hanya bersifat referensi praktis. Untuk lebih baiknya, silahkan saudara mencari dan melengkapi dengan Dzikir yang lain.


Bacaan Dzikir dimulai setelah salam dengan membaca :

>> Astaghfirullaahal 'adhziim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih. 3x

"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Kuasa, dan aku bertaubat kepada Engkau." 3x


>> laa ilaaha illAllah wahdahuu laa syariikalah, Lahul mulku wa lahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syai ing qadir 3x.

"Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi Allah. Milik Allah lah semua kerajaan Dan hanya untuk Allah lah segala puji. Allah lah yang menghidupkan dan Allah lah yang mematikan. Dan Allah lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu." 3x


>> Allahumma antassalaam, wa minkas salaam, wa ilaika ya 'udussalaam, fahayyina rabbana bissalaam, wa adkhilnal jannata darossalaam, tabaarakta rabbanaa wa ta 'alaita yaa dzal jalaali wal ikram."

"Ya Allah, Engkaulah Yang Menyelamatkan, dari engkaulah segala keselamatan, Dan kepada Engkaulah kembali segala keselamatan. Ya Allah hidupkanlah kami ke dalam surga. Ya Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia."


>> A 'udzubillahi minasy-syaithanirrajiim, bismillahir rahmaanir rahiim ahamdulillaahi rabbil 'alamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yau middiin, iyyaa kana' budu wa iyyaa kanasta 'iin, ihdinash shiraa thal mustaqiim, shiraathal ladziina an 'amta 'alaihim, ghairil magh dhuubi 'alaihim wa ladhdhaaalliin, aamiin.

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan,
Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan, Tunjukilah kami ke jalan yang lurus (benar),
yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami." (Al Fatihah)


>> Wa ilaahukum ilahuuwa hidu laa ilaaha illaa huwarrahmaa nurrahiim.

"Dan Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, tiada tuhan melainkan DIA, Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah : 163)


>> Allahu laaa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum laa ta' khudzuhuu sina tuw wa laa naum, lahuu maafis samaa wati wamaafil ardhi, mandzal la dzii yasy fa 'u'indahuuu illa bi idznih, ya' lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa la yuhiy thuuna bisyai im min 'ilmihiii illa bimaasyaa' wasi'a kursiiyuhus samaawati waL ardha, walaa ya uuduhuu hif zhuhumaa wahuwal 'alii yul 'azhiim.

"Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Dzat yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); Dia tidak pernah mengantuk atau tidur. Segala makhluk yang ada di langit dan bumi adalah kepunyaan Allah...
Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya.
Allah Maha Mengetahui apa-apa yang ada di depan atau belakang-Nya, semua makhluk tidak bisa mengetahui ilmu-Nya sedikitpun, kecuali dengan kehendak-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."(QS. Al Baqarah : 255)


>> SyahidAllahu annahuu laa ilaaha illaa huu walmalaa ikatu wa uluul 'ilmi qaa imam bilqisth, laa ilaaha illaa huwal 'aziizul hakiim. Innaddiina 'indallaahil islam.

"Allah menyatakan bahwasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali 'Imran : 18-19)


>> Qulillaahummaa malikal mulki tu'tilmulka man tasyaa', wa tanzi 'ulmulka mimmantasyaa', wa tu'izzu man tasyaa' wa tudzillu man tasyaa' Biyadi kal khairu innaka 'alaa kulli syaiing qadiir.

Katakanlah (hai Muhammad) :
"Ya Allah Yang Menguasai seluruh kerajaan (kekuatan), Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."


>> Tuulijullaila finnahaari watuu lijunnahaari fillaili, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhri julmayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyaa u bi ghairi hisaab.

"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab." (QS. Ali 'Imran : 26, 27)


Ilaahiy yaa Rabbii yaa kariim ;
>> Subhaanallah 33x
Subhaanallahal 'azhiimi wabihamdihii daa imaan Abadan.


Maha Suci Allah 33x ;
"Maha Suci Allah yang Maha Besar dan dengan puji-pujiannya yang kekal selama-lamanya."


>> Alhamdulillah 33x
Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiina 'alaa kulli haa liw wa fii kulli haa liw waniqmah.


Segala puji bagi Allah 33x ;
"Segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."


>> Allahu Akbar 33x
Allahu Akbar kabiiraaw walhamdulillahi katsiiraa, wa subhaanAllahi bukratawa asiylaa.


Allah Maha Besar 33x
"Allah Maha Besar, lagi sempurna kebesaran-Nya, dan sebanyak-banyak puji-pujian bagi Allah ; dan Maha Suci Allah pagi dan petang."


>> Laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah, Lahul mulku wa lahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syai ing qaadir 3x.

yaa Rabbanaa wa ilaikal mashiyrwalaa hawla walaa quwwata illaa billahil 'aliyil 'azhiym.


"Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi Allah. Milik Allah lah semua kerajaan Dan hanya untuk Allah lah segala puji.
Allah lah yang menghidupkan dan Allah lah yang mematikan. Dan Allah lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu."

"Ya Rabbi, kepada Engkaulah kami kembali. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar..."


>> Allahumma laa maa ni 'a limaa a' thayta wa laa mu' thiya limaa mana'ta wa laa raadda limaa qadhaita wa laa yanfa'u dzaljaddi minkal jaddu.

"Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberian-Mu dan tidak memberi apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seseorang kecuali dengan kebesaran dari sisi-Mu." (HR. Muslim)


>> Astaghfirullaahal 'azhiim 3x
Afdhaludz dzikri fa'lam aanahuu laa ilaaha illallah.


"Saya Mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung 3x.
Ketahuilah, seutama-utama dzikir adalah bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah."


> >Ayyum baaq. Laa ilaaha illallah…...Hayyum maujuud.. Laa ilaaha illallah…..Hayyum maqshuud.

"Yang Maha Hidup lagi Maha Kekal, Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Yang Maha Hidup lagi Maha Wujud (ada). Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Yang Maha Hidup dan Maha dituju."


>> Laa ilaaha illallah 100x.
Laa ilaaha illallahu Muhammadur rasulullahi shalallahu 'alaihi wa sallam, kalimatu haqqin 'alaihaa nahyaa wa 'alaihaa namuutu wa 'alaihaa wa bihaa nub 'atsu insya Allahu minal aaminiin.


(Tidak ada Tuhan melainkan Allah 100x)
"Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atasnya. Sebuah kalimat benar, atasnya kami hidup dan mati, atasnya dan dengannya kami dibangkitkan termasuk orang-orang yang aman, Insya Allah (jika Allah menghendaki)."

0 Kesaksian Orang Yang Mati Suri



♥♥♥
Kesaksian Orang Yang Mati Suri "Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia"


بسم الله الرحمن الرحيم
... السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.

”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,” jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir,” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.” Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar Ka’bah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik, red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”


Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua,” ujarnya. Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.”

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.(100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.

0 Orang Yang Berdoa Begitu Dekat Dengan Allah




Sudah begitu lama, ingin agar harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang.
Apakah lantas berputus asa karena sudah seringkali memohon pada Allah ??

Sikap seorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala begitu dekat pada orang yang berdo’a. Boleh jadi terkabulnya do’a tersebut tertunda.
Boleh jadi pula Allah mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan pasti pilihan Allah adalah yang terbaik.
Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala (artinya) :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186)

Sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat sehingga kami cukup bersuara lirih ketika berdo’a ataukah Rabb kami itu jauh sehingga kami menyerunya dengan suara keras ?”
Lantas Allah Ta’ala menurunkan ayat di atas. (Majmu’ Al Fatawa, 35/370)


Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Kedekatan yang dimaksud dalam ayat ini adalah kedekatan Allah pada orang yang berdo’a (kedekatan yang sifatnya khusus).” (Majmu’ Al Fatawa, 5/247)

Perlu diketahui bahwa kedekatan Allah itu ada dua macam :
1. Kedekatan Allah yang umum dengan ilmu-Nya, ini berlaku pada setiap makhluk.
2. Kedekatan Allah yang khusus pada hamba-Nya dan seorang muslim yang berdo’a pada-Nya, yaitu Allah akan mengijabahi (mengabulkan) do’anya, menolongnya dan memberi taufik padanya. (Tafsir Al Karimir Rahman, hal. 87)


Kedekatan Allah pada orang yang berdo’a adalah kedekatan yang khusus pada macam yang kedua (bukan kedekatan yang sifatnya umum pada setiap orang).
Allah begitu dekat pada orang yang berdo’a dan yang beribadah pada-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits pula bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud. (Majmu’ Al Fatawa, 15/17)

Siapa saja yang berdo’a pada Allah dengan menghadirkan hati ketika berdo’a, menggunakan do’a yang ma’tsur (dituntunkan), menjauhi hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya do’a (seperti memakan makanan yang haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi do’anya.
Terkhusus lagi jika ia melakukan sebab-sebab terkabulnya do’a dengan tunduk pada perintah dan larangan Allah dengan perkataan dan perbuatan, juga disertai dengan mengimaninya. (Tafsir Al Karimir Rahman, hal. 87)

Dengan mengetahui hal ini seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdo’a pada Rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan do’a hamba-Nya.
Pahamilah bahwa Allah Ta'ala benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdo’a, artinya akan mudah mengabulkan do’a setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah Yang Maha Mengabulkan setiap do’a.
Ingatlah pula bahwa do’a adalah sebab utama agar seseorang bisa meraih impian dan harapannya. Sehingga janganlah merasa putus asa dalam berdo’a.


Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
“Do’a adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan. Akan tetapi pengaruh do’a pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang do’anya berpengaruh begitu lemah karena sebab dirinya sendiri. Boleh jadi do’a itu adalah do’a yang tidak Allah sukai karena melampaui batas. Boleh jadi do’a tersebut berpengaruh lemah karena hati hamba tersebut yang lemah dan tidak menghadirkan hatinya kala berdo’a.
Boleh jadi pula karena adanya penghalang terkabulnya do’a dalam dirinya seperti makan makanan haram, noda dosa dalam hatinya, hati yang selalu lalai, nafsu syahwat yang menggejolak dan hati yang penuh kesia-siaan.” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 21)


Ingatlah hadits dari Abu Hurairah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” (HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, Ahmad 2/362.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Jika memahami hal ini, maka gunakanlah do’a pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai senjata untuk meraih harapan. Penuh yakinlah bahwa Allah akan kabulkan setiap do’a.
Dari Abu Hurairah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Lalu pahamilah bahwa ada beberapa jalan agar Allah mengabulkan do’a kita.
Dari Abu Sa’id, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal :
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,
[2] Allah akan menyimpan baginya di akhirat kelak, dan
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”
Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.”
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)


Boleh jadi Allah menunda mengabulkan do’a. Boleh jadi pula Allah mengganti keinginan kita dalam do’a dengan sesuatu yang Allah anggap lebih baik. Atau boleh jadi pula Allah akan mengganti dengan pahala di akhirat.
Jadi do’a tidaklah sia-sia.
Ingatlah wejangan yang amat menyejukkan hati dari cucu Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, Al Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba- Nya)” (Lihat Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262 dan Al Bidaayah wan Nihaayah 8/39)


Jadi, teruslah berdo’a pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tidak mungkin menyia-nyiakan do’a hamba-Nya.
Pahamilah bahwa Allah Ta'ala benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdo’a, sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah Yang Maha Mengabulkan setiap do’a.
Semoga bermanfaat.....!!

Saturday, 29 September 2012

0 WIRID HAPUS DOSA SEBANYAK LAUTAN SETIAP SHALAT

Assalamualaikum Wr. Wb.
Seorang yang beriman dan bertaqwa sangat tamak akan ampunan Allah ta’aala sebab ia tahu benar bahwa jika ia wafat dalam keadaan telah diampuni segenap dosanya berarti ia akan mengalami ketenteraman dalam hidup di alam kubur dan di akhiratnya. Maka untuk menyempurnakan datangnya ampunan Allah ta’aala dan dihapuskannya segenap kesalahan, seorang mu’min menutup sholat lima waktunya dengan membaca wirid yang diajarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Suatu bentuk wirid yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam jamin akan menyebabkan semua kesalahan seseorang bakal dihapus Allah ta’aala walaupun sebanyak lautan.
ﻰَّﻠَﺻ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻝﻮُﺳَﺭ ْﻦَﻋ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ ﻲِﺑَﺃ ْﻦَﻋ ﻲِﻓ َﻪَّﻠﻟﺍ َﺢَّﺒَﺳ ْﻦَﻣ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺪِﻤَﺣَﻭ َﻦﻴِﺛﺎَﻠَﺛَﻭ ﺎًﺛﺎَﻠَﺛ ٍﺓﺎَﻠَﺻ ِّﻞُﻛ ِﺮُﺑُﺩ َﻪَّﻠﻟﺍ َﺮَّﺒَﻛَﻭ َﻦﻴِﺛﺎَﻠَﺛَﻭ ﺎًﺛﺎَﻠَﺛ َﻪَّﻠﻟﺍ َﻥﻮُﻌْﺴِﺗَﻭ ٌﺔَﻌْﺴِﺗ َﻚِﻠْﺘَﻓ َﻦﻴِﺛﺎَﻠَﺛَﻭ ﺎًﺛﺎَﻠَﺛ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ َﻪَﻟِﺇ ﺎَﻟ ِﺔَﺋﺎِﻤْﻟﺍ َﻡﺎَﻤَﺗ َﻝﺎَﻗَﻭ ُﻪَﻟَﻭ ُﻚْﻠُﻤْﻟﺍ ُﻪَﻟ ُﻪَﻟ َﻚﻳِﺮَﺷ ﺎَﻟ ُﻩَﺪْﺣَﻭ ْﺕَﺮِﻔُﻏ ٌﺮﻳِﺪَﻗ ٍﺀْﻲَﺷ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ َﻮُﻫَﻭ ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﺮْﺤَﺒْﻟﺍ ِﺪَﺑَﺯ َﻞْﺜِﻣ ْﺖَﻧﺎَﻛ ْﻥِﺇَﻭ ُﻩﺎَﻳﺎَﻄَﺧ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu ia berkata bahwa Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa bertasbih (membaca SubhanAllah) 33 kali sesudah setiap sholat lalu bertahmid (membaca Alhamdulillah) 33 kali lalu bertakbir 33 (membaca Allah Akbar) kali maka itulah sembilanpuluh sembilan. Lalu ia menyempurnakan menjadi seratus dengan:
ُﻪَﻟ َﻚﻳِﺮَﺷ ﺎَﻟ ُﻩَﺪْﺣَﻭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ َﻪَﻟِﺇ ﺎَﻟ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ َﻮُﻫَﻭ ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ُﻪَﻟَﻭ ُﻚْﻠُﻤْﻟﺍ ُﻪَﻟ ٌﺮﻳِﺪَﻗ ٍﺀْﻲَﺷ
Tidak ada ilah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji- pujian, dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa, maka dihapuskan segenap kesalahannya walaupun sebanyak lautan.” (HR Muslim 939)
Tentunya dengan perenungan arti bacaan, bertekad jalan bersama Allah didalam kehidupan, di hati benar-benar bertekad menjadikan Allah SWT sebagai tujuan, dan hanya Allah SWT yang dibesarkan melebihi apapun, Semoga kita semua dan jamaah yang dirahmati Allah dimudahkan dan diberi pertolongan, silahkan di sebar semoga ini jadi ilmu yang bermanfaat dan hidayah Allah SWT makin terbuka untuk kita semua, jangan lupa setiap sehabis mengerjakan Shalat lima waktu, kejar terus dengan ibadah-ibadah sunnah agar kita dekat dengan Allah SWT, maka kehidupan akan semakin mudah, enteng, baik menerima ujian nikmat dan ujian kesulitan. Insya Allah, Aamiin ^_^
Wasalam...

0 7 Azab yang Dilihat Penggali Kubur

 
 
 
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terdapat seorang pemuda yang kerjanya adalah menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang alim/ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s.w.t.
Dia berkata, “Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat- mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat.”
Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?” tanya pemuda itu.
Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s.w.t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s.w.t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain,” jawab ahli ibadah tersebut.
Sambung pemuda itu lagi, “Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telahpun bertukar menjadi ****. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?”
Jawab ahli ibadah tersebut, “Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,”
Pemuda itu menyambung lagi, “Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu.”
Jawab ahli ibadah tersebut “Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda,” balas ahli ibadah itu lagi.
Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?”
Jawab ahli ibadah itu, “Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s.w.t. sama sekali tidak ridha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya.”
Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya,” sambung pemuda itu.
Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda,” jelas ahli ibadah tersebut.
Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya,”
Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya,” jawab ahli ibadah tadi.
Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?” tanya pemuda itu lagi.
Jawab ahli ibadah tersebut, “Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s.w.t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya.”
Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s.w.t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan di pertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta walaupun amalan sebesar zarah.
Setelah anda membaca kisah ini. Sampaikan atau hantarkan kepada sahabat dan rakan- rakan anda. Mudah-mudahan amalan baik yang sedikit ini diambil kira oleh Allah Taala di Akhirat kelak. Amin.

0 WAKTU YANG BERHARGA LEBIH DARI EMAS

Assalamualaikum Wr. Wb.
Jika kita memiliki barang yang berharga, maka kita pasti akan memperhatikan, menjaga, dan merawatnya sebaik mungkin. Kita dilanda kekhawatiran manakala barang berharga tersebut hilang, rusak, atau turun nilainya. Demikian pula seharusnya sikap kita terhadap bulan Ramadhan. Kita harus merawat dan memanfaatkannya sebaik mungkin, agar kita mendapatkan limpahan pahala dan berkahnya. Kita akan sangat rugi apabila kita menelantarkan, menyia- nyiakan, dan mengacuhkannya.
Wujud dari mengormati, merawat, dan menjaga bulan Ramadhan adalah memanfaatkan setiap detik dan menitnya dalam amal kebajikan yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Tidak semestinya detik demi detik dan menit demi menitnya berlalu begitu saja, tanpa diisi dengan kegiatan yang mendatangkan kecintaan dan keridhaan Allah SWT.
Kita harus senantiasa menanamkan kesadaran ini dalam siang-malam kita di bulan Ramadhan ini. Pikirkanlah, sesungguhnya satu menit di bulan suci ini bisa menjadi ladang amal shalih yang tidak pernah berhenti mengalirkan pahala.
Bayangkan, jika satu menit itu kita manfaatkan untuk membaca satu ayat Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh huruf, maka kita mendapat pahala tiga puluh kebaikan. Tambahkan penghayatan kita akan terjemahannya dan komitmen mengamalkannya secara penuh, tanpa keraguan agar menyamai nilainya, karena sebagai standarisasi amalan tilawah.
Setiap kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali, maka nilai satu menit tersebut adalah tiga ratus kebaikan dalam buku catatan amal kita.
Kita bisa mendulang lautan pahala dari tiap menit di bulan suci ini dengan amalan yang ringan, mudah, tidak memforsir tenaga dan tidak memakan biaya. Kita bisa melakukan beragam amal kebaikan sambil berbaring, duduk, berdiri, atau bahkan berjalan. Misalnya:
Dalam satu menit, kita bisa membaca Subhanallah wa bihamdihi sebanyak 100 kali. Hal itu sudah cukup untuk menghapuskan dosa-dosa kecil kita walau sebanyak buih di lautan, selama kita terbebas dari syirik dan dosa-dosa besar.
Dalam satu menit, kita bisa membaca Laa haula wa laa quwwata illa billah sebanyak 40 kali. Dzikir ini merupakan tabungan kekayaan kita di surga kelak.
Dalam satu menit, kita bisa membaca istighfar sebanyak 100 kali. Istighfar adalah sebab dihapuskannya dosa, ditinggikannya derajat, dilapangkannya rezki, ditolaknya musibah, dan diberikan jalan keluar dari segala kekusahan.
Dalam satu menit, kita bisa membaca subhanallah wa bi hamdihi 'adada khalqihi wa ridha nafsihi wa ziinata arsyihi wa midaada kalimatih sebanyak sepuluh kali. Pahala lafal dzikir ini sudah melebihi berpuluh kali lipat bacaan tasbih dan dzikir lainnya.
Dalam satu menit, kita bisa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak sepuluh kali. Hal ini sudah sama nilainya dengan seratus kebaikan untuk diri kita sendiri.
Dalam satu menit, kita bisa membaca Subhanallah wa bihamdihi Subhanallahil azhim sebanyak 50 kali. Kalimat ini ringan di lisan, namun berat dalam timbangan akhirat, dan sangat dicintai oleh Ar-Rahman SWT.
Dalam satu menit, kita bisa membaca Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallahu Allahu Akbar sebanyak 25 kali. Kalimat ini merupakan ucapan yang paling dicintai oleh Allah SWT.
Dalam satu menit, kita bisa membaca laa ilaaha illallahu sebanyak 50 kali.
Dalam satu menit, kita bisa mengangkat kedua tangan dan membaca do'a yang ringkas namun mengandung semua kebaikan yang diperlukan di dunia dan akhirat, jawamiul kalim.
Dalam satu menit kita bisa eksekusi sedekah yang balasan dan pahalanya sangat berlimpah, bahkan secara khusus amalan ini Rasulullah Saw bahkan sangat terkenal secara khusus nilai sunnahnya dimana disebutkan dalam hadist Ramadhan sedekah beliau bagaikan angin yang berhembus, dan hadist lain sebagai penguat bahwa sebaik- baiknya sedekah adalah dalam bulan Ramadhan
Dalam satu menit, kita bisa menasehati seorang muslim, menyuruhnya berbuat kebajikan, mencegahnya berbuat kemungkaran, menyalami tangan beberapa orang, atau menyingkirkan duri dan gangguan sejenisnya dari jalan.
Kita bisa menangguk pahala kebaikan yang banyak, menggugurkan dosa keburukan, meninggikan derajat, dan meraih ridha Allah SWT.
Jika menit demi menit kita manfaatkan secara maksimal terkumpul satu jam yang penuh berkah dengan amal kebaikan.
Wasalam...

0 TAUBATNYA SEORANG RAJA, DOANYA TERKABUL

Assalamualaikum Wr. Wb.
Di zaman Nabi Daud a.s., hidup bertahta seorang raja yang zhalim dan sangat sewenang- wenang. Rakyat negeri itu sangat menderita. Mereka lalu datang menjumpai Daud a.s. dan mengadukan nasibnya. Daud kemudian memberi petunjuk agar rakyat bersatu padu menentang raja dan kemudian menghukumnya. Rakyat menuruti perintah Daud dan mereka berhasil mematahkan kekuasaan raja. Raja ditangkap dan beramai-ramai rakyat menghukumnya yaitu dengan jalan mengasingkan raja di puncak gunung. Raja dimasukkan ke dalam kurungan dan di bawa ke sana.
Dalam kesendiriannya, raja menjadi takut. Tak ada seorang pun di dekatnya yang dapat dimintai pertolongan. Ia kemudian berdoa kepada Tuhannya agar dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya. Tak ada petunjuk sedikit pun ia peroleh. Raja menjadi kecewa dan berpalinglah ia kepada matahari dan bulan. Kepada matahari dan bulan, ia berdoa memohon petunjuk agar terbebas dari kesusuhan.
"Tuhanku, hamba datang untuk memohon lindunganmu dari segala kesulitan yang menimpa diri hamba ini." Tak ada petunjuk apa pun yang ia peroleh dari matahari dan bulan. Dalam keputusasaan dan kebingungan, maka raja kembali berdoa kepada Tuhan, yaitu kepada Allah SWT.
"Ya Allah, hamba telah ingkar kepada- Mu dan telah menyembah selain Engkau, namun tidak mendapatkan sesuatu apapun. Sekarang hamba kembali kepada-Mu, Tuhan Yang Maha Benar, agar dapat menolong hamba- Mu ini. Ya Allah, tolonglah hamba."
Allah yang Maha Pengampun mendengar do'a raja dan Ia mengabulkan do'anya itu. Tuhan kemudian menurunkan firman- Nya: "Orang ini selalu mengabdi kepada tuhannya, tetapi ia tak beroleh manfaat dari tuhan-tuhannya itu. Hari ini ia telah kembali kepada-Ku dan berdo'a, maka Aku mengabulkannya. Aku mengabulkan doa hamba-Ku bila ia memohon. Wahai Jibril, bebaskanlah hamba-Ku ini dan letakkanlah ia di atas bumi dengan selamat."
Pagi hari berikutnya, rakyat beramai- ramai menuju puncak gunung. Mereka ingin melihat bagaimana keadaan raja zalim itu setelah dikurung sendirian melamun.
Ternyata, setelah mereka sampai, raja sudah tidak berada di dalam kurungan lagi. Raja berada di luar kerangkeng itu dengan tak ada kekurangan apapun. Mereka lalu memeriksa kurungan, tetapi tak ada tanda-tanda bahwa raja berhasil merusakkan salah satu bagiannya dan keluar dari sana. Ini adalah peristiwa yang menakjubkan, pikir mereka.
Beramai-ramailah rakyat itu menuju rumah Daud, menceritakan apa yang dilihatnya. Mereka memberitakan kepada Daud, telah terjadi keajaiban atas diri raja.
Daud segera berangkat menuju ke puncang gunung untuk melihat sendiri cerita rakyat itu. Dan ia pun menyaksikan kejadian itu dengan heran dan takjub. Daud segera sembahyang dua rakaat dan memohon petunjuk.
"Ya Allah, beritakanlah kepadaku mengenai peristiwa yang menakjubkan ini." Allah lalu berfirman kepada Daud: "Wahai Daud, hamba-Ku ini telah memohon perlindungan pada-Ku. Aku mengabulkan permohonannya itu. Bila Aku tidak mengabulkannya seperti tuhan-tuhannya yang terdahulu itu, lalu apakah bedanya Aku dengan tuhan-tuhannya itu? Aku mengabulkan do'a orang yang mau bertaubat kepada-Ku. Wahai Daud, jelaskanlah masalah keimanan kepada orang ini. Tentunya ia akan beriman dengan baik. Aku selalu berkata benar dan memberi petunjuk."
Di Bulan yang mulia ini doa akan diijabah, maka janganlah bosan dalam beramal shaleh, buktikanlah iman kita dengan selalu memperbaiki amal shaleh dan selalu berdoa, memperbanyak berdoa.
Wasalam...
Thanks to : Ustadz Yusuf Mansur